Sukabumi, DerapAdvokasi.com: Aksi pelarian puluhan warga negara asing (WNA) asal China dari kawasan Grand Desa Resort, Cimaja, Kabupaten Sukabumi, berujung pada pengejaran intensif oleh petugas Imigrasi. Dari peristiwa tersebut, terungkap dugaan aktivitas ilegal berupa operasi siber yang dijalankan secara terselubung.
Peristiwa bermula saat petugas menerima informasi adanya aktivitas mencurigakan di sebuah penginapan di wilayah Cimaja. Dari hasil penelusuran awal, lokasi tersebut diduga digunakan sebagai tempat operasional dengan perangkat komputer yang tersusun layaknya kantor kerja digital.
Rencana penggerebekan yang telah disusun petugas diduga bocor, sehingga para WNA melarikan diri sebelum tim tiba di lokasi. Saat petugas melakukan penyisiran, hanya ditemukan satu orang yang tertinggal di dalam area penginapan.
Dalam pelariannya, para WNA tersebut berpencar ke sejumlah titik di wilayah pesisir, mulai dari kawasan pantai hingga bangunan-bangunan kosong dan hotel di sekitar Cimaja hingga Cisolok. Pengejaran dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat serta hasil pengembangan di lapangan.

Petugas kemudian berhasil mengamankan beberapa orang di sebuah minimarket di kawasan Cisolok. Penyisiran terus berlanjut hingga akhirnya total 16 WNA berhasil diamankan dari berbagai lokasi persembunyian.
Dalam pengungkapan kasus ini, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti berupa perangkat elektronik serta dokumen perjalanan. Di salah satu lokasi, ditemukan indikasi aktivitas yang mengarah pada jaringan tertentu yang diduga menjalankan kegiatan berbasis digital.
Selain itu, penginapan yang digunakan sebagai lokasi operasi diketahui telah disewa dalam jangka waktu tertentu dengan nilai yang cukup besar. Tempat tersebut kemudian diubah fungsinya menjadi area kerja yang menampung banyak orang dalam satu lokasi.
Pihak Imigrasi mengungkapkan bahwa terdapat indikasi kebocoran informasi terkait rencana penggerebekan, yang menyebabkan para WNA tersebut lebih dahulu melarikan diri sebelum petugas tiba.
Saat ini, seluruh WNA yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap dugaan jaringan serta aktivitas yang dilakukan selama berada di wilayah tersebut.












