Bencana alamKepolisianlingkungan hidupMetro Kota

Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantar Gebang Memakan Korban Jiwa

5
×

Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantar Gebang Memakan Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
Petugas SAR gabungan melakukan proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi longsor gunungan sampah TPST Bantar Gebang, Bekasi.
Petugas SAR gabungan melakukan proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi longsor gunungan sampah TPST Bantar Gebang, Bekasi.

Bekasi,DerapAdvokasi.com:Tragedi longsor gunungan sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa setelah sejumlah orang tertimbun longsoran sampah yang sangat besar.

Longsor terjadi di Zona 4A TPST Bantar Gebang ketika gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter tiba-tiba runtuh. Saat kejadian, terdapat 13 orang yang berada di sekitar lokasi. Sebagian berhasil menyelamatkan diri, sementara beberapa lainnya tertimbun oleh longsoran.

Tim SAR dari Batalyon D Pelopor Brimob Polda Metro Jaya bersama tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam hingga seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi secara mendadak. Beberapa saksi di lokasi sempat mendengar teriakan warga yang memperingatkan adanya longsor sebelum gunungan sampah runtuh.

Alat berat dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban setelah longsor gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, yang memakan korban jiwa.
Alat berat dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban setelah longsor gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, yang memakan korban jiwa.

“Saksi melihat gunungan sampah tiba-tiba roboh, menutup jalan operasional dan menimpa warung serta beberapa truk pengangkut sampah yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa longsor diduga dipicu oleh hujan dengan intensitas sangat tinggi yang terjadi pada hari kejadian. Curah hujan tercatat mencapai sekitar 264 milimeter per hari, membuat tumpukan sampah menjadi licin dan tidak stabil.

Air hujan yang meresap ke dalam gunungan sampah menyebabkan pergeseran massa sampah hingga akhirnya longsor ke bawah dan menutup sebagian area di lokasi tersebut.

Akibat insiden ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menutup sementara Zona 4A TPST Bantar Gebang untuk keperluan evaluasi dan pengamanan. Sementara itu, zona lainnya masih tetap digunakan untuk menampung sampah dari Jakarta dengan dukungan dua lokasi tambahan yang telah disiapkan.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menilai kejadian ini menjadi peringatan serius terkait sistem pengelolaan sampah yang masih menggunakan metode open dumping.

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki pengelolaan sampah agar lebih aman dan ramah lingkungan, sehingga tidak lagi mengancam keselamatan warga maupun para pekerja di lokasi pengolahan sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *