Ekonomi & BisnisNasionalOpiniPendidikan

Wali Kota Salatiga Dorong Koperasi Kelurahan Gandeng Dapur MBG dan Perbankan

38
×

Wali Kota Salatiga Dorong Koperasi Kelurahan Gandeng Dapur MBG dan Perbankan

Sebarkan artikel ini

SALATIGA, DerapAdvokasi.com – Pemerintah Kota Salatiga terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi berbasis kelurahan. Dalam sebuah pelatihan pengawas koperasi yang digelar awal pekan ini, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menekankan pentingnya peran Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai ujung tombak pemberdayaan ekonomi lokal.

Dalam sambutannya saat membuka Pelatihan Pengawas dan Akuntansi KKMP yang diadakan di Aula Dinas Koperasi dan UKM, Robby menyampaikan bahwa koperasi tidak hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai pendorong kemandirian ekonomi warga. Ia mengajak seluruh koperasi di tingkat kelurahan untuk menjalin kolaborasi dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam penyediaan bahan pangan pokok seperti beras, minyak, telur, dan gula.

Menurut Robby, sinergi koperasi dengan dapur MBG berpotensi membuka peluang usaha baru, sekaligus menjamin keberlangsungan pasokan bahan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya itu, koperasi juga bisa berperan sebagai penyalur kredit usaha rakyat (KUR) bekerja sama dengan lembaga perbankan pemerintah.

“Melalui KKMP, masyarakat bisa mengakses modal usaha dengan bunga rendah, tanpa harus tergantung pada rentenir,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas SDM pengelola koperasi agar manajemen koperasi semakin transparan, profesional, dan akuntabel.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari mulai 14 hingga 16 Oktober 2025 ini diikuti oleh 25 peserta dari seluruh kelurahan di Kota Salatiga. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting seperti identifikasi potensi koperasi, tugas dan fungsi pengawas, manajemen risiko, hingga digitalisasi sistem pengawasan. Materi disampaikan oleh para instruktur bersertifikat dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Gema Nusantara.

Robby berharap, pelatihan ini mampu menciptakan ekosistem koperasi yang sehat, modern, dan relevan dengan kebutuhan zaman. KKMP, lanjutnya, harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi kelurahan yang berbasis pada nilai gotong royong dan kebersamaan.

Ia juga menggarisbawahi bahwa koperasi yang kuat akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, peran pengawas koperasi menjadi sangat penting untuk memastikan jalannya tata kelola organisasi yang efisien dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga menyampaikan bahwa pelatihan ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi para pengurus dan pengawas KKMP agar mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Ia berharap para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan koperasi sehari-hari.

Dengan pelatihan ini, Pemerintah Kota Salatiga berharap terbentuk koperasi-koperasi kelurahan yang tangguh, inklusif, dan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi lokal di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *