Hukum & KriminalKepolisianMetro Kotaperadilan

Tragisnya Akhir Persahabatan Remaja: Sakit Hati Berujung Pembunuhan di Eks Kampung Gajah

10
×

Tragisnya Akhir Persahabatan Remaja: Sakit Hati Berujung Pembunuhan di Eks Kampung Gajah

Sebarkan artikel ini
Petugas menunjukkan lokasi kejadian di area eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, yang telah dipasangi garis polisi saat proses penyelidikan berlangsung.
Petugas menunjukkan lokasi kejadian di area eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, yang telah dipasangi garis polisi saat proses penyelidikan berlangsung.

Bandung Barat,DerapAdvokasi.com:Kasus pembunuhan seorang pelajar SMP berinisial ZAAQ, siswa SMP Negeri 26 Kota Bandung, menggemparkan masyarakat setelah jasadnya ditemukan di kawasan bekas wisata Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tragis ini menyeret dua remaja yang masih di bawah umur sebagai tersangka.

Polres Cimahi telah mengamankan dua pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2) malam. Keduanya sempat melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Garut dan ditangkap aparat kepolisian.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati tersangka YA. Ia mengaku dendam setelah korban memutus hubungan pertemanan yang telah terjalin sekitar tiga tahun.

Kapolres Cimahi menyampaikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan pelajar SMP, didampingi jajaran Satreskrim Polres Cimahi.
Kapolres Cimahi menyampaikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan pelajar SMP, didampingi jajaran Satreskrim Polres Cimahi.

Sebelumnya, hubungan korban dan pelaku diketahui sangat dekat, bahkan dianggap seperti kakak dan adik. Keduanya pernah bersekolah di Garut sebelum korban pindah ke Bandung, namun komunikasi di antara mereka disebut masih terus berjalan.

Polisi menyebut pelaku sengaja datang ke Bandung untuk menemui korban dan dari pengakuannya sudah memiliki niat melakukan pembunuhan. Peristiwa itu terjadi pada Senin (9/2) sore, sementara korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang.

Kabar dugaan penculikan yang sempat beredar ternyata merupakan rekayasa pelaku. Ponsel korban sempat berada dalam penguasaan tersangka dan digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan. Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan peradilan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *