Hukum & Kriminalperistiwa

Tolak ‘Uang Jatah’ Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dianiaya Preman

11
×

Tolak ‘Uang Jatah’ Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dianiaya Preman

Sebarkan artikel ini
Warga saat bahu-membahu mengevakuasi pemilik hajatan yang tak sadarkan diri usai dikeroyok preman di Purwakarta.
Warga saat bahu-membahu mengevakuasi pemilik hajatan yang tak sadarkan diri usai dikeroyok preman di Purwakarta.

Purwakarta,DerapAdvokasi.com: Nasib malang menimpa Dadang (58), seorang warga yang tengah menggelar hajatan di kediamannya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah dikeroyok sekelompok preman pada Sabtu malam (4/4/2026).

Insiden tragis ini diduga dipicu oleh persoalan “uang jatah” hiburan. Kelompok pelaku awalnya mendatangi lokasi hajatan dan meminta uang sebesar Rp100 ribu. Namun, para pelaku kembali dan meminta tambahan uang sebesar Rp500 ribu yang kemudian ditolak oleh korban.

Penolakan tersebut menyulut keributan hingga terjadi aksi penganiayaan. Korban dikeroyok dan dipukul menggunakan bambu pada bagian kepala hingga jatuh pingsan di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menangani kasus ini. Ia menegaskan identitas terduga pelaku pengeroyokan tersebut sudah dikantongi oleh penyidik.

Suasana haru saat prosesi pemakaman Dadang (58), pemilik hajatan yang tewas di tangan preman di Purwakarta.

“Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan tersebut yang saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian,” ujar AKP Uyun melalui keterangan resminya, Minggu (5/4/2026).

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Purwakarta masih terus melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi, baik dari pihak keluarga korban maupun warga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

Di sisi lain, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Dadang di TPU Kampung Cijelar, Desa Depok, Minggu sore. Sebelum dimakamkan, jasad korban sempat menjalani autopsi di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk memperkuat bukti penyebab kematiannya.

Sepupu korban, Asep Rabani, menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

“Kami dari keluarga besar almarhum mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Harapan kami tentu pelakunya bisa segera tertangkap dan kasus ini ditangani dengan baik,” ungkap Asep di lokasi pemakaman.

Kapolsek Campaka, AKP Firman, turut menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sembari menunggu hasil resmi autopsi dan proses pengejaran pelaku oleh jajaran Polres Purwakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *