Salatiga,DerapAdvokasi.com:Menjelang genap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan dan Nina Agustin, gelombang kritik muncul dari kalangan mahasiswa. Aliansi Mahasiswa Salatiga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Senin (9/2/2026), sebagai bentuk evaluasi terhadap jalannya pemerintahan saat ini.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti pola kepemimpinan yang dinilai kurang membuka ruang partisipasi publik. Koordinator aksi, Saiful Anwar, menyampaikan bahwa pemerintah kota perlu lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat dan tidak terkesan menutup diri dari kritik.
“Kami melihat ada kecenderungan kebijakan yang diambil kurang melibatkan suara masyarakat. Padahal, partisipasi publik sangat penting dalam proses pembangunan kota,” ujar Saiful kepada wartawan usai aksi.

Mahasiswa menyinggung sejumlah persoalan yang dinilai belum terselesaikan secara optimal, seperti polemik kandang anjing yang memicu keresahan warga, persoalan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo, hingga isu di kawasan Taman Wisata Religi (TWR). Mereka berharap pemerintah kota lebih transparan dalam mengambil keputusan dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga menilai komunikasi antara pemerintah dan publik masih perlu diperbaiki. Menurut mereka, penyampaian kebijakan melalui media sosial saja belum cukup untuk menjawab substansi kritik dan hasil kajian yang telah disampaikan berbagai elemen masyarakat.
“Kami sudah melakukan kajian sebelum aksi ini. Harapannya ada diskusi yang substansial, bukan sekadar respons di media sosial,” tambah Saiful.
Menanggapi aksi tersebut, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menemui langsung para mahasiswa di lokasi demonstrasi. Ia menyatakan bahwa seluruh kebijakan yang diambil pemerintah kota bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
“Apapun yang kami lakukan, baik saya, Wakil Wali Kota, maupun seluruh Organisasi Perangkat Daerah, adalah untuk kepentingan rakyat,” tegas Robby di hadapan peserta aksi.
Robby juga menyampaikan komitmennya untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Ia mengajak mahasiswa untuk membangun komunikasi yang konstruktif demi kemajuan Kota Salatiga.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa berharap momentum satu tahun kepemimpinan ini dapat menjadi titik refleksi bersama agar pembangunan di Salatiga berjalan lebih partisipatif, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga.












