Semarang,DerapAdvokasi.com:Ratusan pemudik yang sebelumnya merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halaman kini mulai kembali ke Jakarta dengan memanfaatkan fasilitas transportasi laut yang disediakan oleh TNI Angkatan Laut. Sebanyak 811 orang pemudik bersama 238 unit sepeda motor diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, menuju Jakarta menggunakan kapal perang KRI Banda Aceh, Rabu (25/3/2026).
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Semarang Kolonel Sabprowanto menjelaskan bahwa perjalanan menuju Jakarta diperkirakan memakan waktu sekitar satu malam.
“Perjalanan akan menempuh waktu satu malam dan diperkirakan besok pagi (26/3) para pemudik sudah tiba di Jakarta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kapal perang KRI Banda Aceh tidak hanya mengangkut pemudik dari Semarang, tetapi juga membawa penumpang yang sebelumnya telah naik dari Surabaya, Jawa Timur.

Secara keseluruhan, kapal tersebut mengangkut sekitar 1.192 pemudik dengan total 308 sepeda motor dalam perjalanan arus balik Lebaran tahun ini.
Menurut Sabprowanto, pihak TNI Angkatan Laut telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk memastikan kenyamanan para pemudik selama perjalanan. Fasilitas tersebut antara lain tempat tidur, makanan, serta pendingin ruangan bagi para penumpang.
Program mudik dan arus balik gratis menggunakan kapal perang ini merupakan salah satu upaya TNI Angkatan Laut dalam membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat.
Melihat tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut, pihaknya berencana mengusulkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih optimal di masa mendatang.
Sebelumnya, pada masa arus mudik Lebaran 2026, KRI Banda Aceh juga telah mengangkut 707 pemudik beserta 261 sepeda motor dari Jakarta menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada 18 Maret 2026.
Program mudik dan arus balik menggunakan kapal perang sendiri merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman maupun kembali ke kota perantauan setelah Lebaran.












