Medan,DerapAdvokasi.com:Kebakaran hebat melanda sebuah kapal nelayan di perairan Belawan, Sumatera Utara, setelah terjadi ledakan mesin pada dini hari, Selasa (7/4/2026). Insiden ini mengakibatkan tiga anak buah kapal (ABK) meninggal dunia dan lima lainnya masih dinyatakan hilang.
Kapal yang mengangkut sekitar 21 orang tersebut diketahui milik seorang pengusaha bernama Kotai dan berangkat melaut sehari sebelum kejadian.
Menurut keterangan Kadispen Koarmada I, Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, peristiwa bermula sekitar pukul 02.10 WIB saat seorang ABK bernama Aliman menyadari mesin kapal mengalami panas berlebih.
Saat hendak melaporkan kondisi tersebut kepada nakhoda, tiba-tiba terjadi ledakan pada mesin yang disusul ledakan tabung gas. Dalam waktu singkat, api langsung membesar dan melahap sebagian badan kapal.
“Ledakan mesin disusul tabung gas membuat api cepat membesar dan membakar kapal,” ujar Wahyu.
Para ABK yang panik segera melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sambil menunggu pertolongan. Sekitar 30 menit kemudian, kapal nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi datang memberikan bantuan.

Sejumlah korban yang terapung di laut berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke kapal penolong. Namun, tiga ABK ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka diketahui bernama Iyan, Jahar, dan Buitin.
Sebanyak 13 orang lainnya berhasil selamat, meskipun dua di antaranya mengalami luka bakar ringan. Sementara itu, lima ABK lainnya masih dalam pencarian.
Proses evakuasi berlangsung hingga pagi hari. Seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, kemudian dibawa ke Dermaga TPI Gabion Belawan.
Hingga kini, aparat TNI Angkatan Laut bersama unsur patroli laut masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan laut yang disebabkan oleh gangguan teknis kapal, sekaligus menjadi peringatan penting terkait keselamatan dan pemeriksaan rutin sebelum melaut.












