Yahukimo, DerapAdvokasi.com: Aparat Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap komandan kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Philip Kobak alias Nenak Kobak di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Philip Kobak diketahui merupakan Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menyebutkan bahwa penangkapan terhadap Philip Kobak merupakan hasil operasi intelijen yang dilakukan aparat keamanan.
“Yang bersangkutan diketahui memiliki peran sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan,” ujar Yusuf, Senin (9/3/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pada tahun 2026 Philip Kobak diduga terlibat dalam dua aksi kekerasan di Yahukimo.
Aksi tersebut antara lain pembacokan terhadap seorang warga bernama Muhammad Syarif (31) pada 11 Januari 2026 serta pembakaran gedung SMA Negeri 2 Dekai pada 14 Februari 2026.
Yusuf mengatakan, keterlibatan tersangka dalam sejumlah peristiwa kekerasan lainnya masih terus didalami oleh penyidik.

“Saat ini tersangka telah diamankan dan proses penyidikan masih terus berjalan untuk mendalami keterlibatan yang bersangkutan dalam berbagai peristiwa lainnya,” jelasnya.
Philip Kobak ditangkap oleh aparat di sekitar Gereja GIDI Kali Brasa, Dekai, pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 16.44 WIT.
Saat hendak diamankan, pelaku sempat berusaha melarikan diri ke arah hutan setelah mengetahui keberadaan aparat. Namun setelah dilakukan penyisiran oleh tim di sekitar lokasi, tersangka akhirnya berhasil ditangkap.
Dalam penangkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang milik tersangka, di antaranya uang tunai Rp1.135.000, satu telepon genggam, satu tas hitam, satu noken hijau, satu senter, serta charger telepon genggam.
Satgas Operasi Damai Cartenz juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Dekai. Dari penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa amunisi, busur panah, parang, kapak, pisau, serta puluhan selongsong peluru.
Selain itu, sejumlah rumah yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok KKB di wilayah Yahukimo juga turut digeledah oleh aparat.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan keterlibatan tersangka dalam berbagai aksi kekerasan lainnya di wilayah Papua Pegunungan.












