LEMBATA, DerapAdvokasi.com – Kejaksaan Negeri Lembata terus menggali fakta-fakta baru dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek peningkatan jalan strategis daerah. Dalam perkembangan terbaru, penyidik menggeledah tiga lokasi penting yang diyakini berkaitan dengan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
Tindakan penggeledahan dilakukan di tiga tempat, yakni ruang Bina Marga dan ruang kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lembata, ruang Kelompok Kerja (Pokja) Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Lembata, serta kantor CV Permata Bunda. Ketiga lokasi tersebut diduga memiliki keterkaitan langsung dengan proyek peningkatan Jalan Wowong–Bean–Pantai Pahangwa yang menelan anggaran sebesar Rp 10,5 miliar.
Langkah penggeledahan ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan dari Kepala Kejaksaan Negeri Lembata yang dikeluarkan pada 16 Oktober 2025, dan telah mendapat izin dari Pengadilan Negeri Lembata melalui penetapan resmi pada tanggal yang sama. Proses penggeledahan dilakukan pada Senin, 20 Oktober 2025, sebagai bagian dari penyidikan intensif yang tengah berlangsung.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Lembata, Mohamad Risal Hidayat, menjelaskan bahwa dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik berhasil mengamankan dua kontainer berisi dokumen-dokumen penting yang berkaitan langsung dengan proyek tahun anggaran 2022 itu. Dokumen tersebut kini telah disita untuk dianalisis lebih lanjut, dan dinilai dapat membantu membuka tabir dugaan korupsi yang merugikan negara.
Risal menambahkan bahwa seluruh dokumen yang ditemukan akan segera diajukan untuk memperoleh persetujuan penyitaan dari Pengadilan Negeri Lembata, sebagaimana prosedur hukum yang berlaku. Sementara itu, proses perhitungan resmi atas kerugian negara masih dilakukan oleh pihak ahli.
Penyidik optimis, bukti-bukti yang telah diamankan akan mempermudah penetapan tersangka dalam waktu dekat. Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah Lembata yang seharusnya memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Kejari Lembata berkomitmen untuk menuntaskan pengusutan kasus ini secara profesional dan transparan. Masyarakat diharapkan turut mengawal jalannya proses hukum, agar upaya penegakan keadilan bisa benar-benar memberikan efek jera terhadap penyalahgunaan dana publik di sektor pembangunan.












