NasionalOpini

Kasus Motor Brebet Meluas, Bahlil Kirim Tim Lemigas Selidiki SPBU di Jatim

35
×

Kasus Motor Brebet Meluas, Bahlil Kirim Tim Lemigas Selidiki SPBU di Jatim

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, DerapAdvokasi.com — Warga di sejumlah daerah Jawa Timur tengah dihebohkan dengan banyaknya motor yang mendadak “brebet” setelah mengisi bahan bakar Pertalite. Gejala ini awalnya muncul di Bojonegoro dan Tuban, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai daerah lain, termasuk Sidoarjo. Di berbagai bengkel, antrean motor dengan keluhan mesin tersendat, tarikan berat, hingga busi mati mendadak tampak semakin panjang dalam beberapa hari terakhir. Banyak pengendara mengaku motor mereka normal sebelum mengisi bahan bakar di SPBU tertentu, namun langsung mengalami masalah tak lama kemudian.

Di Bojonegoro, salah satu mekanik bernama Suliswanto menyebut sudah menangani lebih dari empat puluh motor sejak Jumat lalu dengan gejala serupa. Menurutnya, kebanyakan motor yang bermasalah baru saja diisi Pertalite dari SPBU di sekitar kota. Solusi sementara yang dilakukan adalah menguras tangki dan mengganti busi. Setelah langkah itu, performa motor biasanya kembali normal, tetapi masalah muncul lagi bila kendaraan kembali diisi dari bahan bakar yang sama.

Fenomena serupa juga terjadi di Sidoarjo, khususnya di kawasan Magersari. Dalam tiga hari terakhir, bengkel-bengkel di daerah itu kedatangan banyak motor dengan keluhan identik. Firman, seorang mekanik muda, mengaku mayoritas motor yang masuk adalah tipe matic injeksi keluaran terbaru. “Rata-rata BeAT tahun 2020 ke atas, dan semuanya bilang baru isi Pertalite,” ujarnya. Kondisi ini membuat kekhawatiran di kalangan masyarakat meningkat, apalagi ketika foto-foto dan video motor yang brebet mulai viral di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, langsung meminta Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk menurunkan tim investigasi. Mereka diminta memeriksa kualitas bahan bakar di sejumlah SPBU di Jawa Timur guna memastikan apakah benar ada ketidaksesuaian spesifikasi yang menyebabkan gangguan pada kendaraan. Bahlil mengatakan dirinya menunggu laporan lengkap tim Lemigas setibanya di Jakarta. “Saya sudah turunkan timnya, nanti sore kemungkinan sudah ada hasilnya,” ujarnya saat ditemui di Minahasa.

Pemerintah memastikan penyelidikan dilakukan menyeluruh, termasuk mengambil sampel bahan bakar langsung dari tangki bawah tanah SPBU dan melakukan uji laboratorium. Masyarakat diminta tetap tenang dan melaporkan kejadian serupa bila menemukan kendala setelah pengisian Pertalite. Sementara itu, para pemilik kendaraan mulai waspada dan sebagian memilih beralih ke jenis BBM lain sambil menunggu hasil resmi investigasi pemerintah. Fenomena ini menjadi sorotan luas karena menyangkut bahan bakar yang digunakan masyarakat setiap hari, serta memunculkan kembali perdebatan soal kualitas dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *