Tual,DerapAdvokasi.com:Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro mengalami luka serius setelah terkena anak panah saat berupaya melerai bentrokan antar kelompok pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 17.47 WIT dan sempat membuat situasi keamanan di wilayah tersebut memanas.
Bentrokan melibatkan dua kelompok pemuda dari Fiditan Kampung Lama dan Fiditan Kampung Baru. Kedua kelompok terlibat aksi saling serang menggunakan busur panah, senjata tajam, serta pelemparan bom molotov. Massa dilaporkan sempat menguasai ruas jalan utama di kawasan Fiditan Kampung Baru sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Ps Kasubsi PID Humas Polres Tual Aipda Husinjaya Korwaka menjelaskan, aparat kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan adanya bentrokan. Wakapolres Tual Kompol Roni F Manawan tiba lebih dahulu bersama personel Dalmas dan memberikan imbauan kepada massa untuk menghentikan aksi kekerasan.
Tak lama kemudian, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro turun langsung ke lokasi untuk memimpin upaya pembubaran massa. Namun di tengah upaya pengamanan tersebut, sebuah anak panah melesat dan mengenai bagian bawah lutut kaki kiri Kapolres.
“Kapolres terkena busur panah pada lutut kaki kiri bagian bawah saat berupaya memisahkan kedua kelompok yang bertikai,” ujar Husinjaya dalam keterangannya.

Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro saat menjalani perawatan medis di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur setelah terkena anak panah saat mengamankan bentrokan antarwarga di Desa Fiditan.
Akibat luka tersebut, Kapolres langsung dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan penanganan medis. Anak panah dilaporkan masih tertancap di kakinya sebelum akhirnya dilakukan tindakan operasi pencabutan pada Rabu (25/2/2026). Proses operasi dipastikan berjalan lancar dan kondisi Kapolres dalam pemantauan tim medis.
Selain Kapolres, seorang warga berinisial RT (29) juga mengalami luka akibat terkena panah di bagian kaki kiri dan turut menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka ringan akibat lemparan batu dan senjata tajam selama bentrokan berlangsung.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menyampaikan bahwa situasi keamanan kini telah berangsur kondusif. Aparat gabungan TNI dan Polri diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat pengamanan. Sedikitnya 100 personel tambahan dikerahkan, termasuk bantuan dari Polres Maluku Tenggara dan satuan Brimob.
“Situasi saat ini sudah kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi agar tidak terjadi bentrokan susulan,” ujar Rositah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketegangan antar kelompok pemuda di Desa Fiditan sebenarnya telah berlangsung sejak Minggu (22/2/2026). Perselisihan yang tidak segera terselesaikan memicu eskalasi hingga akhirnya terjadi bentrokan terbuka pada Selasa sore.
Untuk mencegah konflik berlanjut, aparat membentuk pos pengamanan gabungan di perbatasan kedua kampung. Pendekatan persuasif juga dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat guna meredam ketegangan serta memulihkan hubungan antarwarga.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui pemicu utama bentrokan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Polisi memastikan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kota Tual.












