Bencana alamNasional

Curah Hujan Tinggi dan Pompa Lemah, 63.450 Warga Semarang Terendam

26
×

Curah Hujan Tinggi dan Pompa Lemah, 63.450 Warga Semarang Terendam

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, DerapAdvoaksi.com – Ribuan warga Kota Semarang kembali harus berjibaku dengan banjir yang melanda wilayah mereka sejak beberapa hari terakhir. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 63.450 warga terdampak genangan air di sejumlah titik, sementara 32 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Banjir kali ini melanda berbagai kecamatan, di antaranya Sawah Besar, Muktiharjo Kidul, dan sekitarnya, dengan ketinggian air bervariasi. Pemerintah Kota Semarang pun menetapkan status siaga darurat dan menyiagakan petugas gabungan untuk memantau serta mengevakuasi warga terdampak.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna mempercepat langkah penanganan di lapangan. Ia menyebut, curah hujan tinggi menjadi penyebab utama, diperparah dengan tidak berfungsinya sejumlah pompa air secara maksimal. “Kami berharap kapasitas pompa bisa diperbesar karena debit air terus naik. Cuaca sebenarnya sudah diintervensi, tapi hujan tetap turun deras,” ujar Agustina, Kamis (30/10/2025).

Menurut laporan warga, beberapa pompa dan kolam retensi di wilayah terdampak tidak beroperasi optimal. Agustina mengakui adanya kendala tersebut dan berjanji akan segera memperbaikinya. “Pompa ini juga tidak maksimal memompa. Warga mengirim gambar, penurunan air hanya beberapa sentimeter di Sawah Besar, padahal wilayah ini yang paling parah terdampak,” jelasnya. Pemerintah kota, lanjutnya, juga tengah menyiapkan langkah strategis jangka menengah dengan membangun embung baru di lahan milik pemkot pada tahun 2026 mendatang.

Pembangunan embung tersebut diharapkan dapat membantu menampung limpahan air hujan agar tidak langsung mengalir ke kawasan permukiman. “Pemerintah Kota akan terus berupaya melakukan langkah-langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir, termasuk pembuatan embung-embung baru di wilayah timur,” tambah Agustina. Ia juga menegaskan, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian PU akan terus ditingkatkan agar penanganan banjir di Semarang menjadi lebih efektif dan terukur.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur pada Selasa sore menjadi pemicu utama banjir kali ini. Sejumlah titik di Jalan Kaligawe dan sekitarnya tergenang dengan kedalaman bervariasi. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan kini masih bersiaga di lapangan untuk membantu warga, memantau debit air, serta memastikan kebutuhan logistik pengungsi terpenuhi. “Hujan deras menyebabkan genangan di beberapa wilayah sekaligus sejumlah kejadian bencana lain seperti longsor kecil di area perbukitan,” ujar Endro.

Di sisi lain, warga yang terdampak berharap agar sistem drainase dan pompa air di kota ini segera dibenahi. Tak sedikit warga yang mengaku banjir kali ini terasa lebih parah dibandingkan sebelumnya karena air surut sangat lambat. Meskipun demikian, semangat gotong royong warga terlihat di beberapa lokasi pengungsian, di mana bantuan logistik dan dapur umum telah didirikan bersama oleh pemerintah daerah dan relawan.

Dengan curah hujan yang masih tinggi dan kondisi cuaca yang belum stabil, Pemerintah Kota Semarang mengimbau warga untuk tetap waspada. Pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir jangka panjang seperti embung dan perbaikan pompa diharapkan bisa menjadi solusi permanen bagi persoalan banjir yang saban tahun menghantui kota ini. “Kita tidak bisa berdiam diri. Harus ada upaya nyata dan terukur untuk mengurangi genangan air, demi keselamatan dan kenyamanan warga,” tegas Agustina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *