Hukum & KriminalKecelakaanKepolisianMetro Kota

Bocah di Semarang Tewas Akibat Ledakan Petasan, Polisi Telusuri Penjual Online

10
×

Bocah di Semarang Tewas Akibat Ledakan Petasan, Polisi Telusuri Penjual Online

Sebarkan artikel ini
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan bahan petasan di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan bahan petasan di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Semarang,DerapAdvokasi.com:Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus ledakan bahan petasan yang menewaskan seorang bocah berusia 9 tahun di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Polisi kini memburu penjual bahan peledak yang diduga dibeli korban melalui platform online.

Kapolrestabes Semarang, Brigjen Syahduddi, mengungkapkan bahwa korban diketahui membeli sekitar 1 kilogram bahan petasan dengan harga Rp 300 ribu. Pembelian tersebut dilakukan secara daring tanpa sepengetahuan keluarga.

“Korban membeli bahan petasan secara online, dan saat ini kami masih mendalami siapa penjual serta pemasoknya,” ujar Syahduddi, Senin (23/3/2026).

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa enam orang saksi, termasuk anggota keluarga korban dan warga sekitar. Keterangan para saksi digunakan untuk menelusuri asal-usul bahan berbahaya tersebut.

Kondisi rumah warga yang rusak akibat ledakan bahan petasan di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Kondisi rumah warga yang rusak akibat ledakan bahan petasan di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, bahan petasan itu dibeli dengan alasan sebagai barang lain sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga. Paket tersebut bahkan disebut sebagai minyak goreng saat diterima di rumah.

Peristiwa tragis ini terjadi di Kelurahan Tambakrejo pada Jumat (20/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Ledakan yang diduga berasal dari bubuk petasan menghancurkan sebagian besar bangunan rumah milik warga setempat.

Ketua RW setempat, Ahmad Rifa’i, mengatakan saat tiba di lokasi, kondisi rumah sudah porak-poranda akibat ledakan hebat. Warga sempat berupaya mencari korban yang tertimbun reruntuhan.

Korban bernama Gilang Satria Perkasa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah meja makan sekitar satu jam setelah kejadian. Sementara penghuni rumah lainnya dilaporkan selamat tanpa luka serius.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran bahan berbahaya yang dijual secara online, serta mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak mengakses atau membeli barang berisiko tinggi.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peredaran bahan petasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *