Hukum & KriminalKepolisianperadilan

Teror Air Keras Antar Pelajar di Cempaka Putih, Polisi Ungkap Korban Dipilih Secara Acak

21
×

Teror Air Keras Antar Pelajar di Cempaka Putih, Polisi Ungkap Korban Dipilih Secara Acak

Sebarkan artikel ini
Tiga pelajar terduga pelaku penyiraman air keras terekam kamera CCTV saat melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.

Jakarta,DerapAdvokasi.com:Kasus penyiraman cairan berbahaya yang melibatkan pelajar di kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, mengungkap fakta mengejutkan. Polisi menyebut para pelaku memilih korban secara acak tanpa adanya hubungan atau konflik sebelumnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, para pelaku tidak mengenal korban sebelum kejadian.

“Mereka tidak saling kenal. Berdasarkan keterangan sementara, korban dipilih secara random atau acak,” ujar Roby kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan detik-detik pelajar terduga pelaku melakukan aksi penyiraman cairan berbahaya terhadap pelajar lain di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.

Polisi mengungkap, aksi penyiraman tersebut diduga dilakukan secara spontan. Pelaku mengaku menyerang lebih dulu karena takut diserang oleh kelompok pelajar lain yang berpapasan di jalan.

Menurut hasil penyelidikan, peristiwa terjadi di Jalan Cempaka Raya pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, tiga pelaku berboncengan menggunakan satu sepeda motor dan telah menyiapkan cairan yang diduga air keras di dalam botol.

Ketika berpapasan dengan tiga pelajar lain yang juga berboncengan, pelaku sempat memotong jalur kendaraan korban. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan ke arah korban sebelum melarikan diri.

Aksi tersebut sempat terekam kamera pengawas dan video amatir yang kemudian viral di media sosial. Dari rekaman tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi identitas pelaku beserta kendaraan yang digunakan.

Polisi kini telah mengamankan tiga orang terduga pelaku. Penangkapan dilakukan secara persuasif setelah sebelumnya para pelaku sempat berada di luar daerah.

“Ketiganya saat ini sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Roby.

Meski dugaan awal motifnya acak, polisi menegaskan penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan motif sebenarnya serta peran masing-masing pelaku dalam kejadian tersebut.

Penyidik juga masih melengkapi alat bukti sebelum menentukan status hukum lanjutan terhadap para terduga pelaku.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya pelajar, untuk tidak mudah terprovokasi dan menghindari aksi kekerasan jalanan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *