Hukum & KriminalKepolisian

Suami Aniaya Istri Hamil di Situbondo, Mengamuk hingga Lukai Lima Orang

21
×

Suami Aniaya Istri Hamil di Situbondo, Mengamuk hingga Lukai Lima Orang

Sebarkan artikel ini
Suasana warga dan aparat keamanan saat proses penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga di Kecamatan Besuki, Situbondo.

Situbondo,DerapAdvokasi.com:Kasus kekerasan dalam rumah tangga terjadi di wilayah Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Seorang suami dilaporkan nekat menganiaya istrinya yang tengah hamil dua bulan hingga mengalami luka serius. Peristiwa tersebut tidak berhenti pada aksi KDRT, karena pelaku juga mengamuk dan melukai sejumlah warga lainnya.

Pelaku diketahui berinisial TA (25) atau Taufik, warga Desa/Kecamatan Besuki. Korban utama dalam kejadian ini adalah istrinya sendiri, SA (23), yang saat insiden terjadi sedang mengandung. Kasus tersebut kini dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Situbondo.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa setelah melakukan penganiayaan terhadap istrinya, pelaku sempat kebingungan dan mencoba melarikan diri.

“Usai menganiaya istrinya itu, pelaku sempat kebingungan,” ujar AKP Agung Hartawan, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga tindakan brutal tersebut dipicu tekanan persoalan ekonomi yang memicu pertengkaran rumah tangga.

“Motifnya karena persoalan ekonomi, sehingga membuat suami gelap mata dan nekat melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Peristiwa bermula ketika pasangan suami istri tersebut terlibat cekcok di dalam rumah. Emosi yang memuncak membuat pelaku kehilangan kendali. Saat pertengkaran terjadi, pelaku mengambil pisau dapur dan menyerang korban.

“Saat terjadi cekcok dengan istrinya, suami langsung mengambil pisau di dapur dan menganiaya istrinya,” imbuh AKP Agung.

Korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, terutama pada bagian wajah, dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Setelah melukai istrinya, pelaku diduga sempat mencoba merekayasa kejadian dengan membuat cerita seolah-olah korban mengalami konflik dengan pihak lain. Namun hasil penyelidikan polisi memastikan bahwa kekerasan tersebut murni terjadi dalam lingkup rumah tangga.

Tidak berhenti sampai di situ, pelaku justru kembali melakukan aksi brutal saat melarikan diri.

“Dalam pelariannya, pelaku sempat melakukan penganiayaan dengan korban mencapai lima orang,” ungkap AKP Agung Hartawan.

Beberapa korban di antaranya adalah pemilik toko kelontong serta seorang pemuda di lokasi rental play station yang diserang tanpa alasan jelas. Kasus ini juga berkembang menjadi dugaan pencurian kendaraan bermotor, setelah pelaku mengambil paksa sepeda motor milik seorang warga bernama Syafrudin di sebuah warung kopi.

Kerumunan warga terlihat di sekitar lokasi penangkapan pelaku penganiayaan terhadap istri hamil di wilayah Besuki, Situbondo.

Pelaku kemudian berpindah-pindah tempat hingga akhirnya menuju rumah orang tuanya. Setibanya di sana, pelaku kembali menyampaikan cerita bohong kepada sang ayah, Syam (59), bahwa dirinya bermasalah dengan seseorang.

Ayah pelaku kemudian ikut mendampingi hingga terjadi aksi pengrusakan yang memicu kemarahan warga setempat. Aksi bapak dan anak tersebut membuat warga geram hingga mengepung lokasi. Keduanya sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian.

Para korban diketahui kini menjalani perawatan medis di RSUD Besuki dan RSUD dr. Abdoer Raheem Situbondo. Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku, di antaranya pisau dapur, parang, celurit, serta satu unit sepeda motor yang diduga hasil pengambilan paksa.

Saat ini pelaku telah diamankan dan penyidik masih mendalami rangkaian kejadian untuk proses hukum lebih lanjut, termasuk kemungkinan penerapan pasal berlapis terhadap pelaku.

Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa kekerasan dalam rumah tangga dapat berujung pada tindakan kriminal yang lebih luas dan membahayakan banyak pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *