KesehatanNasional

Proyek Labkesmas Parimo Rp13,2 Miliar Terancam Molor dari Jadwal

26
×

Proyek Labkesmas Parimo Rp13,2 Miliar Terancam Molor dari Jadwal

Sebarkan artikel ini

PARIGI, DerapAdvokasi.com – Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dengan nilai proyek mencapai Rp13,2 miliar, dikabarkan berpotensi molor dari jadwal penyelesaian yang ditargetkan pada 23 Desember 2025. Proyek yang berlokasi di jalur dua Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, ini dimulai sejak 12 Juni 2025 dan dikerjakan oleh CV Kalukubula Sulteng melalui pendanaan dari APBD Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2025.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Chandra, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan terakhir dari pihak pelaksana hingga 31 Oktober 2025, progres pembangunan masih menunjukkan angka minus dua persen. Meski ada peningkatan dibanding pekan sebelumnya yang masih berada di minus empat persen, ia menilai proyek ini tetap memerlukan percepatan signifikan agar dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak.

“Sudah ada kemajuan dalam pelaksanaannya, tetapi kami tetap mendorong agar tenaga kerja ditambah dan jam lembur diperbanyak untuk mengejar keterlambatan,” ujar Chandra saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (3/11/2025). Ia menambahkan, hingga kini belum dapat memastikan apakah proyek Labkesmas tersebut akan benar-benar selesai tepat waktu. “Masih terlalu dini memastikan kemungkinan molor atau tidak. Semua masih berproses di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Hidayat selaku pelaksana proyek mengaku optimistis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, meskipun secara kasat mata progres di lapangan tampak belum maksimal. Ia menjelaskan, progres fisik saat ini telah mencapai sekitar 62 persen, sementara sisanya 38 persen terdiri atas pekerjaan pengadaan material dan peralatan yang juga tengah berjalan.

Menurut Hidayat, keterlambatan di lapangan lebih disebabkan oleh faktor teknis yang membutuhkan ketelitian, bukan karena lambannya kinerja pekerja. “Beberapa bagian bangunan seperti lantai epoksi dan dinding antibakteri harus dikerjakan secara berurutan agar hasilnya sesuai standar laboratorium kesehatan,” jelasnya. Ia menuturkan, timnya kini sedang mempercepat proses pemasangan sistem pendingin udara (AC) serta beberapa instalasi penunjang lain yang memerlukan koordinasi teknis antartim.

“Pekerjaan bagian luar memang belum sepenuhnya tampak selesai, tapi di dalam bangunan, pengerjaan terus berjalan intensif. Kami menyesuaikan metode kerja berdasarkan tahapan instalasi agar hasil akhir tetap optimal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hidayat memastikan bahwa sejumlah material utama seperti fastbook, pasbuk, dan ACP sudah dalam tahap pengiriman dan pemasangan. Ia menegaskan proyek Labkesmas ini berbeda dengan pengadaan alat kesehatan karena fokusnya adalah pada pembangunan fisik bangunan yang membutuhkan ketelitian tinggi. “Secara perhitungan, kami yakin proyek bisa rampung tepat waktu sesuai kontrak pada 23 Desember 2025,” tandasnya dengan optimis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *