Nasional

Jembatan Rp 1,8 Miliar di Pati Ambrol Sebelum Resmi Dioperasikan

27
×

Jembatan Rp 1,8 Miliar di Pati Ambrol Sebelum Resmi Dioperasikan

Sebarkan artikel ini

PATI, DerapAdvokasi.com – Pembangunan jembatan senilai sekitar Rp 1,8 miliar yang menghubungkan dua desa di Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, mengalami kerusakan serius sebelum sempat diresmikan. Jembatan tersebut, yang dibangun oleh kontraktor lokal dan masih dalam masa pemeliharaan, ambrol pada bagian urugan dan talud pendukungnya setelah tiga hari hujan deras mengguyur wilayah setempat. Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PUPR Kabupaten Pati menjelaskan bahwa urugan tanah di lampiran jembatan tak cukup stabil menghadapi aliran air deras, yang kemudian menyebabkan longsor hingga ke badan jembatan. Karena proyek belum diserahterimakan, kontraktor masih bertanggung jawab memperbaiki kerusakan dalam masa pemeliharaan.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, melalui Komisi C yang membawahi infrastruktur, menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi untuk mengungkap penyebab pasti kerusakan. Ketua Komisi C meminta agar Dinas PUPR segera memberi teguran kepada penyedia jasa agar segera menindaklanjuti perbaikan dan memastikan standar teknis pekerjaan terpenuhi. Warga setempat menyebut jembatan itu sangat vital karena menjadi akses utama antara dua desa yang memudahkan mobilitas ke sekolah, pasar, dan fasilitas lainnya; kerusakan ini kemudian memaksa mereka menggunakan jalur lebih jauh.

Insiden tersebut memunculkan sorotan terhadap kualitas pengawasan dan konstruksi proyek infrastruktur, terutama yang berada di daerah rawan aliran air atau curah hujan tinggi. Meskipun struktur utama jembatan belum dinyatakan gagal sepenuhnya, kondisi urugan dan talud yang ambrol menjadi sinyal bahwa aspek drainase dan stabilisasi tanah kurang diperhitungkan secara optimal. Pemerintah daerah menyebut bahwa perbaikan sedang berjalan bersama penyedia proyek agar akses kembali normal secepat mungkin.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah seperti Kabupaten Pati harus memperhatikan faktor teknis lingkungan dan curah hujan. Meski proyek baru selesai, tanggung jawab dalam masa pemeliharaan tetap harus dijalankan dengan baik agar fungsi jembatan sebagai penghubung antar desa tidak berubah menjadi hambatan bagi warga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *